Sabtu, 26 Maret 2016

hikmah tercecer di sitanala : pak Ali yang bijaksana

Tercerita seorang bapak nan bijaksana kepada
kami.
“Anak-anakku, teman-teman mahasiswa,
sebelum kalian menjadi mahasiswa, bukankah
kalian melewati masa2 sma terlebih
dahulu?”tanyanya kepada kami
“Yaaaa”, jawab kami serentak
“Apa warna seragamnya?”Tanyanya lagi
kepada kami
“Putih abu2 pak”, lagi2 kami menjawab dengan
serempak
“Yaaa, benar, putih abu2

Senin, 14 Maret 2016

Celah Duniaku

Celah Duniaku
kau rangsang fikiranku mengelana kenegeri-negeri fantasi
kau suguhkan optimisme dalam kerdil diri
kau katakan bahwa pelangi bukan hanya ada di tanah yang kupijak kini


wahaii…..celah duniaku
terima ksih telah kau jalin sel-sel otakku
dalam silahturahim informasi
duhai celah duniaku
ternyata dirimulah perintah mulia pertama itu,

iqro!
bacalah!…..
bacalah dengan meyebut nama Tuhanmu
bacalah seluruh hikmah tercecer dalam
hidupmu
bijaksanalah setelah itu!



Depok, 13 juni 2014
@kosan tercinta, selapas ruh bertemu
jasadnya kembali (bangun tidur )
Nb: Celah Dunia= Buku= membaca, kata ganti
dari jendela dunia, pengen tampil beda
ceritanya heheh


Minggu, 13 Maret 2016

Terima Kasiiiiih Saudariku

Malam ini, entah mengapa ada rasa sendu dihati. mgkn karena mengingat sebentr lagi kita tak bersama. bayangan kenangan tiap kebaikan kalian, persaudaraan tulus yang kalian berikan dan perlihatkan menari2 dengan jelasnya dimemori ini. entahlah kalau blh jujur meski kadang kita tak jarang berselisih, berdebat, saling kesal, tpi ada rasa yang berbeda dari perselisihan itu dari perselisihanku dengan org selain kalian. yaaah perbedaannya adalah ada rasa saling peduli antara kita, layaknya saudara serahim. diantara sekian banyak temen2 yang pernah aku tinggal bersama, kalianlah yang mendekati kesamaaan dengan diriku, yakni kentalnya kepedulian, tak pandai berhitung satu sama lain (atau bahasa kerennya ga perhitungan alias ga pelit, duh bahasa seninya jd ilang deh krn penjelasan ini heheh)
dan penyebab gerimis yang timbul dihati ini adalah akankah kutemukan lagi teman seperti kalian setelah ini.
Prima dan Maria
terima kasih ya, sudah diizinkan membersamai kalian hampir 1/2 tahun lbh ini, terima kasih atas semua kebaikan yg pernah kalian lakukan, terima kasih atas semua2nya. mohon maaap jika ada garis2 luka yg diriku ciptakan dihati kalian.

Pancoran Mas
@kamar yang nyaman
3 Maret 16

Sabtu, 12 Maret 2016

Diary  Sekolah Alam Indonesia




















Dua minggu sudah aku merasakan menjadi seorang guru sekolah alam indonesia yang ada di studio alam, Depok timur sana. meski awalnya aku terbilang kikuk untuk beradaptasi dengan lingkungan baru disana tapi kesini-sini ada sesuatu yang kian kurasakan, seperti ada dorongan alamiah tanda salah satu sifat Allah, Ar Rahman, Allah Maha Penyayang, mengalir dalam inchi poriku.

Market Day Ajang Pencetak Enterpreneur Masa Depan



SAI Studal.com, Depok-- "Indeks pengusaha di Indonesia kecil atau indonesia kekurangan pengusaha"
Siapa bilang?!
Jika kita pernah mendengar siaran atau membaca sebuah artikel terkait dunia bisnis, maka kalimat diatas tidaklah asing. Mengapa? karena banyak para ahli ekonomi atau pakar bisnis yang mengatakan demikian.

Sabtu, 19 September 2015

Teman

Namanya Haleda, seorang temen yang kukenal dr sahabat baikku, bani bacan aka Ncan. Hanya bbrp kali saja sempat bertemu dengannya, kala dia menyambangi kosan temanku tsbt, Ncan, sktr 4 tahun yang lalu. Lumayan lamaaaa juga kita tak pernah ketemu lagi. Hingga sekitar tahun 2014, kita dipertemukan kembali, wkt itu tidak sengaja ketemu di masjid UI. Lalu kami tukeran no HP, sesekali bertukar kabar via wa or sms. Namun akhir tahun 2014, pertemanan kami lumayan cukup dekat, dan sering jalan atau makan bareng. Meski Hale terbilang seseorang yg sulit ditebak, tp bagiku dia cukup menyenangkan. Hale adalah seorang wanita yang cerdas, kelihatan dr caranya berbicara. Meski kami lumayan sering jalan atau makan bersama, tak banyak yang kutahu tentang seorang hale. Tapi ada beberapa hal darinya yang membuatku banyak belajar darinya, seperti ketegasannya dalam bersikap, mengatakan tidak untuk sesuatu yang tidak pada tempatnya, hal yang masih sulit untuk aku lakukan, selain tegas, hale juga seorang teman yang tulus dan konkrit dalam menolong teman, contohnya ketika aku kecopetan, hale bela2in menjemputku di terminal rambutan meski itu masiiiih sangat pagi, kalau tidak salah sekitar pukul 6.  Dia juga teman yang baik dan bijak. Senantisa mendorong temannya untuk tetap bersemangat. Aku juga jaraaaaang sekali melihatnya mengeluh. Meski hale sudah tak punya orang tua lagi, tapi dia tak pernah merasa sedih. Senantiasa terlihat optimis. Sebenarnya karena alasanya inilah aku jadi sangat menyayanginya dan ingin melindunginya. Dan bersyukur karena Allah mengirimkannya 3 kakak laki2 yang akan senantiasa menjaganya. Adik manisku terima kasih banyak sudah mengajariku banyak hal tentang hidup ini.  Proud of you, Honey. May Allah bless you. Dan semoga pangeran berkuda putih segera menemukanmu, semoga tahun ini ya Ale sayang :D

Cinere, 20 sept 15
Kala dhuha terbentang

Senin, 15 Juni 2015

Seatom mozaik enumerator ppkui

Tidak terasa sudah hari ke 36 kami semua, para enumerator PPK UI berjibaku dengan setumpuk kuesioner, itu artinya sekitar 1 hari lagi kebersamaan kami dibasecamp ini. Deg.....sedetik kemudian kuraba hati ini perlahan, rona sedih sepertinya mulai bersemayam disana, entahlah bertanda apa ini? Apakah karena sudah ada darah persaudaraan disana atau pertemanan yang mewarnai keseharian kami, entahlah. Yang kutahu pasti, kini ada rasa sedikit sedih karena akan kehilangan masa2 yg penuh dengan kompleksitas masalah, tawa, canda juga peluh diantara keluh hari-hari yang kami lewati.
Jika ku boleh menarik waktu kebelakang, rasanya sungguh luar biasa salah satu fase hidup yang kujalani kali ini. Betapa tidak, belum pernah kumengalami pengalaman mencari si "merah bergambar soekarno hattta" (baca: uang jajan alias duit :D) hingga sengoyo ini, tidur hingga larut malam bahkan seringkali hingga dini hari mata masih blm terpejam dan esoknya mesti berangkat pagi-pagi memburu para ibu untuk sebuah wawancara super tebal dari pada yang tertera dalam buku kuisoner. Aaaaah benar-benar melelahkan rasanya awal2 menjalaninya, bayangkan saja, kami mesti mengetuk setiap pintu yang ada dalam rt terpilih, jika ada ratusan, maka tak ada pilihan kecuali ttp harus mengadu telunjuk dengan pintu alias mengetok (tok...tok...permisi...permisi). Yah begitulah hari2 yang kami lalui. Belum lagi penolakan bahkan kemarahan kerap kami temui kala ibu-ibu terpilih itu merasa terganggu dengan kehadiran kami. Pernah satu saat kala istirahat, aku terdiam dalam lelah, lalu merenung agak dalam, "kog bisa ya, gw kerja kayak beginian, nyaris 24 jam melebihi orang kantoran tp fee nya tdk jauh lbh bsr dr mereka namun beban kerjanya lebih rumit dan padat dari pada komutter line di pagi dan sore hari" uhffff...